

Dosen Telkom University dengan masyarakat Manggahang telah mengadakan pelatihan mengenai literasi Keuangan untuk memitigasi krisis keuangan untuk warga Manggahang. Pelatihan ini di hadiri oleh perwakilan Ibu-ibu PKK dan representatif warga pada hari Selasa. Pelatihan ini berlangsung di Saung Karang Taruna Manggahang. Acara ini dihadiri dengan sangat antusias dan aktif dari awal kegiatan mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Pelatihan ini menghadirkan narasumber Muhammad Al Assad Rohimakumullah, Dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial, Program Studi Hubungan Masyarakat Digital, Universitas Telkom. Topik pelatihan ini merupakan hasil dari analisis sebelumnya yang telah di lakukan bahwa tingginya jumlah pinjaman online di Jawa Barat. Pelatihan ini fokus kepada keuangan keluarga, bahaya utang konsumtif, dan cara mengetahui pinjaman online yang legal dan ilegal. Penyampaian materi didukung dengan modul, tanya jawab, dan presentasi. Prinsip keuangan 50–30–20 dan persiapan dana darurat, yang menjadi topik sebagian besar diskusi, terutama dalam pelayanan masyarakat yang partisipatif. Dalam sambutannya, Bapak Danny Siswandi R., perwakilan dan Ketua Karang Taruna Manggahang, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa isu pinjaman online ilegal mulai menjadi perhatian yang serius bagi sebagian warga dan kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berdiskusi mengenai pengalaman pribadi mereka dalam mengelola keuangan. Beberapa peserta mengaku baru memahami perbedaan antara pinjol legal dan ilegal setelah diberikan contoh dan tips praktis dari pemateri. Di akhir sesi, dilakukan juga post-test singkat untuk melihat sejauh mana peningkatan pemahaman peserta.
Karang Taruna Manggahang berharap menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin yang dapat diadakan secara berperiodik, bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra lain. Diharapkan pelatihan lanjutan mengenai pengelolaan uang berbasis aplikasi digital juga direncanakan agar masyarakat semakin siap menghadapi perkembangan finansial di era digital.






